Iwan Fals Beramal dari Hasil Konser


Penulis: Indriyani Astuti - 07 December 2018, 00:45 WIB
MI/Rudi Kurniawansyah
MI/Rudi Kurniawansyah

MUSIKUS legendaris Iwan Fals tengah sibuk menyiapkan konser bertajuk Nyanyian yang Tersimpan yang bakal digelar 16 Desember mendatang di Jakarta. Sesuai judul konsernya, lagu-lagu yang akan dibawakan pemilik nama lengkap Virgiawan Listanto itu merupakan lagu-lagu lamanya yang tidak masuk dapur rekaman karena berbagai faktor.

"Karena ada yang tersimpan itu, lagu-lagu lama yang sudah lupa mulai dipelajari lagi. Jadi agak makan waktu," kata Iwan di Jakarta, Rabu (5/12).

Dalam konser yang berlangsung sekitar dua jam itu, musikus kelahiran 3 september 1961 tersebut, dari sekitar 20 lagu yang akan dinyanyikan, lima lagu antaranya merupakan nyanyian yang tersimpan, yakni berjudul Pesawat Tempur, Terbuka (Gagap), Aku Sayang Kamu, Ikrar, dan Balada Orang Pedalaman.

"Sebanyak 15 lainnya lagu-lagu lama. Ini juga jadi ajang silaturahim nyanyi bareng," paparnya.

Konser Nyanyian yang Tersimpan mengusung konsep e-concert yang mengintegrasikan antara offline concert yang dapat disaksikan di lokasi acara dan online concert yang dapat disaksikan lewat layanan streaming.

Konser secara online dapat disaksikan langsung di 10 negara berbeda dengan harga tiket Rp15 ribu yang bisa dibeli melalui menu Minipack di Indihome Usee TV, sedangkan konser offline dapat disaksikan di Live Space Lot 8 SCBD, Jakarta, dengan tiket seharga Rp735 ribu.

Konser tersebut tidak sekadar menyuguhkan aksi panggung karena hasil penjualan tiket rencananya akan didonasikan ke Yayasan Suara Hati Iwan Fals. Yayasan ini telah lama dibentuk dan selalu menampung 10% dari hasil penjualan tiket. Ia rutin menggelar konser underground dengan para Oi (penggemar Iwan Fals).

"Ada Yayasan Suara Hati Iwan Fals. Sementara ini, masih fokus ke pemerhati lagu-lagu saya. Fan yang membutuhkan, tapi saya masih menunggu nomor rekening dari kementerian. Saya enggak mau kalau enggak legal. Saya ingin yang legal supaya lebih pasti, supaya enggak cuma dilewati," katanya. Sebelum ada yayasan, sejak 2007 Iwan sudah menyisihkan pendapatannya bersama Oi.

Harus optimistis
Pada kesempatan itu, Iwan mengatakan, kebebasan bermusik di luar label komersial kini naik daun. Ia mengungkapkan itu dengan melihat perkembangan para musikus independen di Tanah Air yang sukses memiliki pasar musik sendiri.

"Banyak sekali bakat-bakat yang bagus. Sastra dengan syair-syair yang bagus, musik yang bagus. Militansi untuk memperkenalkan diri. Itu masa depan Indonesia dari musik indie," paparnya.

Musikus yang tetap eksis bermusik dalam tiga dekade itu, bahkan menggemari sejumlah musikus indie yang kerap menyuarakan musik-musik kemanusiaan. Ia, antara lain menyebut Iksan Skuter, Jason Ranti, Barasuara, dan Efek Rumah Kaca.

Tahun depan rencananya ia akan berkolaborasi dengan para musikus indie. "Di rumah (saya) selalu ada acara untuk konser situs budaya. Selalu ada bintang-bintang tamu. Tahun 2019 akan banyak musikus indie," ucapnya.

Ia juga berharap anak bangsa tetap optimistis bermusik. "Selalu ada jawaban untuk kehidupan. Di mana ada jawaban, di situ ada kehidupan. Jadi, tetap optimistis," pungkasnya. (Medcom.id/Ant/H-1)

 

BERITA TERKAIT